Apakah hantu itu nyata? Adakah ilmuwan atau ahli yang mempelajari tentang hantu?
Ada satu teorema yang namanya Teorema Fourier. Ini temuan dari Joseph Fourier, matematikawan Prancis yang jenius tapi kurang terkenal dibanding Einstein atau Newton.
Teorema Fourier pada dasarnya adalah: setiap gelombang kompleks bisa dipecah jadi gelombang-gelombang sederhana yang saling tumpang tindih.
Nah, di sinilah mulai menarik.
Gelombang itu ada di mana-mana. Suara, cahaya, sinyal radio, bahkan pikiran kita adalah rangkaian gelombang elektromagnetik di otak.
Kalau kita mau ekstrem dikit, tubuh manusia juga adalah rangkaian gelombang. Detak jantung, aliran darah, impuls saraf, semuanya punya frekuensi.
Sekarang bayangkan seseorang meninggal. Tubuhnya berhenti, tapi gelombang yang pernah dia hasilkan selama hidup tidak langsung hilang begitu saja.
Ingat, gelombang itu merambat. Dia menyebar ke ruang angkasa, memantul, tumpang tindih dengan gelombang lain.
Dan menurut Teorema Fourier, gelombang-gelombang ini bisa direkonstruksi kembali. Artinya, secara matematis, informasi tentang seseorang yang sudah mati itu masih ada di alam semesta dalam bentuk gelombang.
Inilah yang di sebut "hantu matematis".
Bukan makhluk gaib berbaju putih yang gentayangan. Tapi jejak gelombang dari eksistensi seseorang yang masih beresonansi di ruang dan waktu.
Teorema Fourier juga menjelaskan kenapa kadang orang merasa "ada yang aneh" di tempat tertentu. Bukan karena setan atau roh jahat.
Tapi karena di tempat itu masih ada akumulasi gelombang dari peristiwa masa lalu yang beresonansi dengan frekuensi tubuh kita.
Tubuh manusia adalah antena biologis. Kita bisa menangkap gelombang tertentu meskipun tidak sadar.
Ketika frekuensi tubuh kita kebetulan sinkron dengan gelombang yang tertinggal di suatu tempat, kita merasakan sensasi aneh. Merinding, takut tanpa sebab, atau merasa diawasi.
Itu bukan hantu dalam artian mistis. Itu resonansi gelombang.
Ada penelitian tentang Elektromagnetisme Biologis yang mempelajari bagaimana tubuh manusia berinteraksi dengan medan elektromagnetik di sekitarnya.
Beberapa ilmuwan seperti Michael Persinger pernah melakukan eksperimen dengan menstimulasi otak menggunakan medan elektromagnetik untuk menciptakan sensasi "kehadiran hantu".
Hasilnya? Orang yang diuji merasa ada makhluk lain di ruangan, padahal tidak ada apa-apa. Semua cuma permainan gelombang elektromagnetik di otak.
Dan Ini membuktikan bahwa pengalaman "melihat hantu" bisa dijelaskan lewat sains, tanpa perlu melibatkan dunia gaib.
Tapi yang lebih menarik adalah implikasinya.
Kalau gelombang dari seseorang yang sudah mati masih ada, dan bisa direkonstruksi lewat Teorema Fourier, berarti secara teori kita bisa "menghidupkan kembali" seseorang dalam bentuk gelombang.
Tentu bukan dalam bentuk fisik. Tapi dalam bentuk informasi yang bisa diakses.
Bayangkan di masa depan, ada teknologi yang bisa menangkap dan merekonstruksi gelombang seseorang yang sudah mati, lalu menerjemahkannya jadi data digital.
Bukankah itu seperti "berbicara dengan hantu"?
Jadi ya, hantu itu nyata. Tapi bukan seperti yang diceritakan di film horor atau cerita mistis kampung.
Hantu adalah jejak gelombang dari eksistensi yang pernah ada, yang masih bergema di alam semesta sampai sekarang.
Dan siapa tahu, suatu hari nanti kita bisa mengakses jejak-jejak itu dan "bertemu" dengan orang yang sudah lama pergi.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar