Kebanyakan otak manusia dirusak melalui apa?
Mereka biarkan dopamin murahan dari layar menggantikan keheningan berpikir mendalam. Mereka percaya istirahat berarti scroll tanpa arah, bukan diam menatap dinding dan benar-benar berpikir. Mereka makan sembarangan, tidur terlambat, minum manis, tapi menyebut dirinya capek mental. Padahal, itu bukan depresi eksistensial, cuma otak yang kembung oleh kebodohan digital dan gula darah tak stabil.
Dan yang paling bodoh, mereka tidak mempertanyakan apapun. Mereka biarkan sistem seperti agama, negara, algoritma, berpikir untuk mereka. Sampai pada akhirnya, otak mereka bukan rusak karena waktu, tapi karena penyerahan diri.
Jadi kebanyakan otak manusia dirusak bukan oleh hal jahat di luar sana, tapi oleh kebodohan yang mereka pelihara sendiri, dengan rasa bangga.
Komentar
Posting Komentar