Apa yang salah di sistem pemerintahan Indonesia?
Temen-temen expat di Eropa gak pernah membagikan ini sepertinya. Jadi gini, kesalahan utama sistem pemerintahan kita adalah di penempatan yang berbanding terbalik dengan negara maju Eropa seperti Jerman dan Denmark.
Para expat kita di Jerman dan Denmark itu banyak yang sukses, menjadi mata tombak perusahaan tempat mereka bekerja. Kualitas SDM kerah putih kita sebenarnya sangat mumpuni. Justru banyak pekerja pribumi bulenya di sana yang pas-pasan bahkan telmi ketika diajarin, berkali-kali gak ngerti-ngerti.
Di negara maju itu, orang goblok ditempatkan di bawah, dan para jenius yang mengendalikan sistem legislatif, eksekutif, dan yudikatif mereka. Para jenius inilah yang membuat UU yang dumb-proof dan memberikan kesempatan mencari nafkah bagi si tolol-tolol yang di bawahnya.
Terbalik dengan kita.
"We wok de tok nat onle tok de tok" adalah pidato terkenal dari ex pemimpin kita yang lulusan salah satu kampus terbaik di Indonesia. Padahal setau saya alumni kampus bernamakan panglima perang Raja Hayam Wuruk itu TOEFL nya bagus-bagus.
Ada lagi cucu mantan mandor romusha yang terkenal dengan penyembahan pada kaisar Jepang "tenno heika banzai banzai banzaaaai" yang membaca teks Inggris "proliferation" saja amburadul gombral gambrul!
Dibuktikan ketika eyang Habibie memimpin Indonesia selama seumur jagung. Dollar yang terus meroket di era itu berhasil dia tekel ala Sergio Ramos sampai patah kaki. Dari 17000 ke 7000 rupiah.
Itulah efek jenius yang diberikan kekuasaan memimpin di Indonesia.
Kita perlu menaruh para jenius di atas, dan itu mustahil, selama sistem pemilihan kita berkutat pada sistem popular vote. Para jenius yang terpendam di dalam suku dan pulau lain tidak akan bisa naik karena dihajar sentimen suku dan agama tertentu yang begitu merusak di negeri ini.
Kita perlu suatu sistem yang adil, dimana suara dari Papua menjadi berarti. Dan popular vote tidak akan pernah bisa melakukan itu.
Jadi marilah kita bersama berdoa, semoga ramalan The Simpsons terjadi atas negeri ini, wkwk.
Komentar
Posting Komentar