Ibu di Sumut Tega Gorok Bayi 18 Hari, Ngaku Kecewa Anaknya Laki-laki

 

Seorang wanita di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), berinisial YW (33) tega menggorok leher anaknya yang masih berusia 18 hari hingga tewas. YW saat ini telah diamankan polisi.

"Polres Labuhanbatu mengamankan seorang ibu yang diduga kuat telah menggorok leher anak balitanya yang masih berusia 18 hari," kata Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Syafrudin

Sebelum melakukan aksi sadisnya, warga sekitar melihat YW sedang memandikan bayi merahnya tersebut di luar rumah.

Namun salah seorang tetangga, Muharni, mengaku mencurigai YW karena wajahnya terlihat sangat cemas dan tertekan.

Kemudian tanpa diketahui tetangga, YW menggorok bayinya MA yang belum genap tiga minggu itu. Ia menggunakan parang dan kapak yang ia ambil dari dapur.

Dari depan rumahnya, Muharni langsung berteriak jika ada yang tidak beres di dalam rumah YW, sehingga membuat para warga berkerumun di sekeliling rumah.

Insiden pembunuhan itu berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Saat ditemukan MA sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka gorok di leher dan YW, sang ibu sekaligus pelaku, terlihat pasrah terduduk di sudut rumah.

Menurut informasi yang diperoleh, kata Syafrudin, pelaku menggorok leher anaknya menggunakan kapak dan parang setelah selesai memandikannya.

Pihak kepolisan yang mendapat laporan dari warga segera menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban ke RSUD Rantau Prapat dan mengamankan YW.

“Warga menemukan korban sudah tak bernyawa di atas tempat tidur dengan luka robek di bagian leher. Barang bukti berupa satu buah kapak, satu parang, serta tilam bayi ditemukan di tempat kejadian,” kata AKP Syarifudin

Pada saat pembunuhan MA berlangsung, ayah korban sekaligus suami pelaku diketahui sedang berada di kebun, sehingga tidak ada orang terdekat yang dapat mencegah perbuatan keji YW.

Dugaan sementara, motif YW melakukan itu karena kecewa anaknya berjenis kelamin laki-laki.

"Motif sementara yang berhasil digali oleh pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku kecewa, karena anak yang dilahirkannya adalah seorang laki-laki. Pelaku diakui sangat menginginkan seorang anak perempuan," kata Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Syafrudin

Saat ini, pelaku telah diamankan pihak kepolisian untuk identifikasi lebih lanjut. Sebab kemungkinan besar YW mengalami gangguan kejiwaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa 15 idiom keren yang wajib diketahui?

Bagaimana pendapatmu mengenai metode intermittent fasting?