Foto bayangan kejadiah bersejarah di Indonesia
Ya, foto-foto di atas merupakan momen ketika Bernardino Guterres—mengenakan lencana pemimpin Timor Timur Xanana Gusmao yang disematkan di topinya—diserang oleh polisi Indonesia hingga meninggal dunia.
Foto-foto di atas dipotret pada tanggal 26 Agustus 1999 oleh John Stanmeyer. Pada saat itu yang bertepatan dengan empat hari sebelum Timor Timur melakukan referendum kemerdekaan, telah terjadi konflik yang meletus antara pendukung pro-kemerdekaan dan Aitarak. Aitarak sendiri adalah milisi pro-Indonesia yang pada saat itu berusaha mengganggu jalannya referendum.
John Stanmeyer—yang pada saat itu merupakan fotografer untuk majalah Time, mengenang momen itu dengan mengatakan:
"Tepat saat itu Joaquim Bernardino Guterres memasuki kehidupan saya. Ia bertelanjang kaki dan bersenjatakan dua batu untuk melindungi dirinya dari milisi. Ia berlari ke arah sekelompok polisi di dekatnya dan memohon mereka untuk campur tangan. Mereka mengabaikannya. Ia meminta dengan lebih bersemangat, dan polisi mulai memukul dan menendangnya. Guterres melepaskan diri dan berlari ke arah saya. Tepat saat ia lewat, polisi menembaknya hingga tewas — karena meminta mereka menghentikan pembunuhan. Polisi tidak menyadari keberadaan saya, tetapi setelah gambar-gambar itu muncul di Time dan CNN, saya harus meninggalkan Timor Timur karena adanya potensi ancaman.
Saya memikirkan Guterres hampir setiap hari. Saya ingin memastikan tidak seorang pun melupakan kematiannya yang tidak masuk akal. Ia tidak berbeda dengan kita semua. Suatu hari nanti, kita juga mungkin perlu memperjuangkan hak asasi manusia kita. Kita hanya bisa berharap agar kita tidak dibunuh oleh orang-orang yang seharusnya melindungi kita."
Pada tahun 2000, foto-foto yang dipotret oleh John Stanmeyer tersebut berhasil meraih penghargaan World Press Photo Contest 2000 dengan meraih juara tiga pada kategori Spot News Singles.
Terima kasih sudah membaca.
Catatan Kaki
Komentar
Posting Komentar