Apakah Nazi Jerman pernah mengirimkan bantuan ke Jepang pada WWII? Karena sekutu terdekat Jerman di Italia

 Sebelum invasi Jerman ke Rusia, Jepang dan Jerman saling mengirim utusan dan material melalui jalur darat trans siberia. Namun setelah perang, kedua negara terpaksa harus mencari alternatif lain untuk dapat tetap saling berkomunikasi dan membantu. Pada awalnya diputuskan bahwa untuk segala proses pengiriman antar negara akan dilakukan melalui udara dan laut, namun dengan keterbatasan teknologi pesawat dimasa itu maka akhirnya jalur laut lah yang dipilih dan difokuskan.

Sejak pertengahan 1941 hingga akhir 1942, Jepang dan Jerman masih dapat dengan relatif lancar melakukan pengiriman melalui samudra Atlantik ke samudra Hindia lalu ke pasifik. Kurang lebih 60.000 ton material berhasil dikirimkan dari timur ke barat. Namun sejak AL Inggris mulai mencegat sinyal komunikasi Jepang dan melakukan blokade secara efektif, pengiriman menggunakan kapal permukaan menjadi semakin berbahaya dan merugikan.

Untuk mengantisipasi hal ini dan agar jalur logistik dapat tetap terbuka, kedua negara akhirnya mulai menggunakan kapal selam dalam operasinya. Namun karena kapasitas kapal selam yang sangat minim, umumnya pengiriman lebih difokuskan kepada pengiriman teknologi dan personil. Terutama teknologi yang benar-benar semakin dibutuhkan oleh Jepang untuk mengimbangi pasukan sekutu.

Beberapa misi kapal selam yang dilakukan antara lain :

I-30

Misi ini berangkat dari pelabuhan Kure pada tahun 1942 dengan membawa mika, lak, dan desain Type 91 Torpedo menuju Lorient, Perancis. Berangkat pulang dengan membawa desain radar, desain torpedo, desain meriam anti tank, 20mm senjata anti serangan udara, dan 50 mesin enigma. Dalam perjalanan dari Singapura ke Jepang, I-30 terkena ranjau dan tenggelam.

I-8

Misi ini berangkat dari Kure pada bulan Juni 1943 dengan membawa desain Type 95 Torpedo, desain pesawat pengintai dan perlengkapan kapal selam, timah, karet, dan obat malaria menuju Brest, Perancis. Selain kargo, kapal selam ini juga membawa 48 kru kapal selam untuk nantinya mengoperasikan U-1224, kapal selam Jerman yang diberikan kepada Jepang untuk bahan penelitian dan percontohan.

I-8 pulang menuju Jepang dengan membawa 2 teknisi untuk pemasangan radar dan berbagai teknologi (mesin daimler, torpedo listrik, senapan mesin, penisilin, dll). I-8 selamat mencapai Kure pada bulan Desember.

I-52

Pada bulan Maret 1944, kapal ini berangkat dari Kure dengan membawa emas, tungsten, molybdenum, opium, dan teknisi Jepang untuk mempelajari senjata pertahanan udara Jerman. Di singapura, kapal ini kemudian mengangkut kembali karet, timah, dan obat malaria. Pada tanggal 22 Juni 1944, I-52 melakukan pertemuan dengan U-530 di laut sekitar Afrika. U-530 memindahkan kargo berupa mesin enigma, radar naxos, bahan bakar tambahan bagi I-52, dan 3 orang personil AL Jerman.

Namun ternyata I-52 telah dibuntuti oleh Amerika sejak dari Singapuran dan menyerang mereka di titik pertemuan tersebut. U-530 dapat meloloskan diri namun I-52 berhasil ditenggelamkan bersama seluruh kru dan penumpangnya.

U-511

Berangkat pada bulan May 1943 dari Lorient-Perancis menuju Kure-Jepang untuk diserahkan kepada AL Jepang sebagai bahan penelitian dan percontohan. Kru U-511 menetap di Jepang beberapa bulan di sana untuk melatih kru kapal selam Jepang. Kapal selam ini kemudian akan diganti namanya menjadi Ro-500.

U-864

Berangkat dari Bergen-Norway menuju Jepang dengan membawa desain pesawat Me262s dan 65 ton merkuri. Namun U-864 ditenggelamkan oleh kapal selam Inggris HMS Venturer di tengah perjalanan dan menjadi satu-satunya kapal selam yang ditenggelamkan oleh kapal selam lain selagi menyelam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa 15 idiom keren yang wajib diketahui?

Bagaimana pendapatmu mengenai metode intermittent fasting?