Dikasih Sepeda Motor Malah di Jual !!
Ilustrasi dari Najib SPBU.
Dulu kantor kami punya kegiatan sosial yaitu berbagi makanan setiap hari Jumat.
Setelah berjalan selama 1 tahun, akhirnya program ini berhenti.
Dari pengalaman teman-teman, ternyata banyak kejadian tidak menyenangkan saat di lapangan.
Ada orang buang makanan.
Dia mengaku lebih butuh rokok daripada nasi, lauk pauk, sayur, buah dan minuman.
Ada orang yang minta mentahnya saja.
Artinya dia lebih suka dapat uang daripada makanan.
Ada pula orang yang menukar makanan untuk beli lem aibon.
Bahkan ada teman yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
Dikira bersyukur saat dapat makanan, orang ini malah nodong minta uang untuk beli ini itu.
Parahnya minta sambil maksa.
Giliran tidak diberi, muncul sumpah serapah dan caci maki.
Alih-alih dapat energi positif karena berbagi, sebagian teman-teman malah dapat energi negatif karena trauma.
Dari pengalaman pahit itu, saya belajar sudut pandang baru.
Berbagi memang tak mengharap kembali.
Tapi kalau yang diberi tidak punya etika, tidak ada sopan santun dan tidak memiliki tata krama.
Tentu yang memberi bisa berakhir sakit hati, kecewa atau bahkan kapok.
Sederhana tapi tidak semua orang bisa ialah mari belajar berterima kasih.
Jangan menyepelekan bantuan dari orang lain.
Jangan pula jadi orang yang tidak amanah.
Nanti kalau orang-orang sudah kapok membantumu lagi, mau nangis berdarah-darah pun orang lain sudah cuek.
Orang paling merugi ialah dia yang merusak kepercayaan orang lain.
Komentar
Posting Komentar