Beberapa hal yang tidak di sukai dalam bermasyarakat di INDONESIA

 


 Di Indonesia, sebagai negara dengan keragaman budaya, etnis, agama, dan tradisi, ada beberapa sikap, perilaku, atau nilai-nilai yang umumnya tidak disukai dalam kehidupan bermasyarakat. Hal-hal yang dianggap kurang baik atau tidak sesuai dalam interaksi sosial bisa bervariasi tergantung konteks dan lokasi, namun secara umum ada beberapa hal yang lebih luas tidak disukai atau dianggap negatif di Indonesia, baik dalam konteks hubungan pribadi, keluarga, maupun komunitas. Berikut beberapa hal yang umumnya tidak disukai dalam bermasyarakat di Indonesia:

1. Sikap Sombong dan Merendahkan Orang Lain

  • Kesombongan atau membanggakan diri secara berlebihan sering dianggap sebagai sikap yang tidak baik. Di Indonesia, terutama dalam budaya Jawa dan beberapa budaya lainnya, kerendahan hati (tawadhu) sangat dihargai. Orang yang merasa lebih baik atau lebih pintar, lalu merendahkan orang lain, akan dihindari dalam banyak situasi sosial.

2. Membuka Aib Orang Lain

  • Membicarakan atau membuka aib orang lain adalah hal yang sangat tidak disukai di Indonesia. Budaya gotong royong dan menjaga keharmonisan keluarga atau komunitas membuat banyak orang merasa tidak nyaman jika kehidupan pribadi mereka diumbar. Membicarakan masalah pribadi orang lain di depan umum atau di media sosial juga dianggap tidak etis.

3. Ketidaksopanan dan Tidak Menghormati Orang Tua atau yang Lebih Tua

  • Dalam budaya Indonesia, terutama di banyak daerah yang masih memegang teguh tradisi, menghormati orang tua atau yang lebih tua adalah nilai yang sangat penting. Tidak menunjukkan rasa hormat atau bahkan bersikap kasar terhadap orang yang lebih tua akan sangat disayangkan. Ini juga termasuk berbicara dengan nada tinggi atau tidak sopan kepada orang tua atau atasan.

4. Individualisme yang Berlebihan

  • Indonesia cenderung mengedepankan komunitas dan kebersamaan. Terlalu menonjolkan sikap individualistik atau tidak peduli dengan kepentingan bersama bisa dianggap sebagai sikap yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang menekankan gotong royong dan kepedulian terhadap orang lain.

5. Perasaan Tidak Toleran Terhadap Perbedaan

  • Indonesia adalah negara yang sangat plural, dan ketidakmampuan untuk menerima perbedaan agama, suku, atau budaya bisa menimbulkan ketegangan. Sikap intoleransi, diskriminasi, atau menganggap kelompok lain lebih rendah seringkali tidak diterima di masyarakat Indonesia, yang umumnya menekankan pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

6. Sikap Egois atau Tidak Peduli Sesama

  • Masyarakat Indonesia sangat menghargai rasa kepedulian terhadap sesama. Orang yang terlalu egois, tidak peduli dengan kebutuhan atau perasaan orang lain, atau enggan membantu di saat-saat kesulitan akan dianggap kurang baik. Konsep gotong royong sangat dijunjung tinggi, dan sering kali individu yang lebih memilih untuk tidak terlibat dalam usaha bersama atau menutup mata terhadap masalah sosial akan dicap negatif.

7. Keterlambatan

  • Ketidaktepatan waktu, terutama dalam acara formal atau pertemuan penting, sering dianggap tidak sopan dan tidak profesional. Walaupun ada kecenderungan toleransi terhadap keterlambatan dalam acara sosial (terutama di daerah tertentu), dalam banyak situasi, khususnya bisnis atau acara resmi, ketepatan waktu sangat dihargai.

8. Menganggap Agama Sebagai Alasan untuk Menyalahkan Orang Lain

  • Menggunakan agama sebagai alasan untuk mengkritik atau merendahkan orang lain tidak disukai dalam masyarakat Indonesia yang plural. Meskipun agama adalah aspek penting dalam kehidupan sebagian besar orang Indonesia, berbicara atau bertindak seolah-olah agama seseorang lebih baik atau lebih benar dapat menimbulkan ketegangan dan perpecahan.

9. Memaksakan Pandangan atau Keyakinan

  • Memaksakan pandangan hidup, keyakinan, atau cara berpikir kepada orang lain, baik dalam konteks agama, politik, atau sosial, cenderung tidak disukai. Indonesia memiliki banyak kelompok dengan latar belakang yang sangat beragam, dan sikap terlalu menghakimi atau memaksa orang lain untuk mengikuti pandangan pribadi akan sering menimbulkan ketegangan.

10. Kritik yang Tidak Konstruktif

  • Kritik yang tajam tanpa solusi atau yang hanya bertujuan untuk menjatuhkan orang lain tanpa memberikan jalan keluar dianggap tidak produktif dan tidak disukai. Banyak orang lebih menghargai kritik yang membangun dan memberikan saran yang berguna daripada kritik yang hanya mengarah pada pencitraan diri atau penghinaan.

11. Berbicara Terlalu Jujur atau Tanpa Tapis (Blak-Blakan)

  • Di beberapa budaya Indonesia, terutama yang lebih tradisional, berbicara terlalu langsung atau blak-blakan dianggap kurang etis. Meskipun ada kecenderungan untuk menjadi lebih terbuka di kalangan generasi muda, berbicara tanpa memperhatikan perasaan orang lain atau tanpa tata krama bisa dianggap kasar dan tidak sensitif.

12. Memamerkan Kekayaan

  • Meskipun kekayaan atau kesuksesan bisa dihargai, memamerkan atau menyombongkan harta pribadi dianggap sebagai sikap yang tidak menyenangkan. Ini sering dilihat sebagai bentuk ketidakrendahan hati dan bisa menimbulkan rasa iri atau ketidaknyamanan di masyarakat. Sikap sederhana dan tidak berlebihan lebih dihargai dalam budaya Indonesia.

13. Tidak Menghormati Adat Istiadat Setempat

  • Di Indonesia, sangat penting untuk menghormati adat istiadat dan kebiasaan lokal. Terutama ketika berinteraksi dengan masyarakat dari daerah atau budaya tertentu, tidak menghargai tradisi lokal bisa dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan atau ketidaktahuan.

14. Konsumsi Alkohol dan Perilaku Tak Senonoh

  • Di beberapa daerah, terutama di luar kota besar, konsumsi alkohol dan perilaku yang dianggap tidak senonoh atau tidak sesuai dengan norma agama sering kali menjadi perhatian. Masyarakat tradisional atau religius di Indonesia cenderung tidak menerima perilaku yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama, terutama Islam, yang mengharamkan alkohol.

15. Membicarakan Masalah Pribadi di Tempat Umum

  • Membicarakan masalah pribadi, terutama masalah rumah tangga atau keuangan, di depan umum atau dengan orang yang tidak terkait sering dianggap sebagai hal yang tidak pantas. Di banyak budaya Indonesia, menjaga kehormatan keluarga atau privasi sangat dihargai.

16. Mengabaikan Kesopanan dalam Berbusana

  • Di Indonesia, terutama di daerah yang lebih konservatif, berpakaian yang terlalu terbuka atau tidak sopan bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Meskipun tren fashion semakin beragam, tetap ada harapan untuk berpakaian dengan sopan dan menghormati norma-norma sosial, terutama dalam konteks tertentu seperti acara keagamaan atau formal.

17. Membuat Keputusan Sepihak Tanpa Berkonsultasi

  • Terutama dalam keluarga atau komunitas, membuat keputusan sepihak tanpa melibatkan orang lain sering dianggap tidak menghormati hak orang lain. Di Indonesia, nilai musyawarah dan mufakat lebih dihargai, di mana keputusan bersama dianggap lebih baik daripada keputusan yang diambil sendiri.
contoh lain yang paling sering di temui :

  1. Diperkosa, dinikahkan dengan pemerkosa.
  2. Perempuan merokok, jablay.
  3. Laki-laki merokokmacho.
  4. Tulisan arab, Islam punya pokoknya.
  5. Pake bikini, perempuan harus melindungi tubuh-nya.
  6. Laki-laki telanjang dada, ganteng-nya.
  7. Gak sholat, cubit sampai biru.
  8. Gak rangking, cubit sampai biru.
  9. Lihat anjing, najis gak boleh sentuh.
  10. Lihat bokep, enak banget coli dulu.
  11. Nemu kondom di kamarfix zinah.
  12. Cewek dipukul cowok, pada belain.
  13. Cowok dipukul cewek, status-in dulu.
  14. Ngobrol dgn lawan jenisfix selingkuh.
  15. Gak nikah umur 30, fix gak laku.
  16. Keputusan childfree, fix mandul.
  17. Bulan puasa, gak boleh ada yg ganggu.
  18. Followers 10 ribu keatas, asik seleb.
  19. Gak punya rumah umur 30, gak sukses.
  20. Gak PNS, pengangguran.

Hal-hal ini mencerminkan sebagian besar norma sosial yang berlaku di Indonesia, meskipun ada perbedaan di setiap daerah atau komunitas. Masyarakat Indonesia umumnya menghargai sikap ramah, sopan, menghormati perbedaan, dan menjaga keharmonisan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa 15 idiom keren yang wajib diketahui?

Bagaimana pendapatmu mengenai metode intermittent fasting?