Mengapa azizah bisa selingkuhin arhan?
20–25% atau 1 dari 4 hingga 1 dari 5 orang di sebuah commited relationship (pernikahan atau hubungan non-pernikahan jangka panjang) itu setidaknya pernah selingkuh sekali. Ini baru definisi selingkuh secara fisik ya, kita belum bicara selingkuh secara emosional. Lalu ada juga kemungkinan bahwa estimasi-nya bisa lebih tinggi dari 20–25% karena gimana-gimana ini adalah topik tabu yang sulit diakui orang. Tak jarang juga orang menyesal dan punya coping mechanism berupa denial kalau dia pernah selingkuh.
Jadi kalau ada selebriti bernama Azizah istri dari Arhan, entah siapa itu, melakukan perselingkuhan, maka secara statistik untuk setiap 4–5 selebriti seperti Azizah kemungkinan ada satu yang melakukan selingkuh.
Saya googling foto di atas dan masih nggak tahu juga Azizah yang mana. Tapi di atas ada berapa orang? Ada 10 kan ya? Maka kemungkinan 20–25% orang di atas pernah setidaknya berselingkuh dalam hubungan seriusnya, dan memang sih karena sampelnya cuma 10 orang margin error-nya agak tinggi, yaitu 27% dengan confidence level standar 95%. Kalau kita perhitungkan margin error-nya, maka sekitar 0–50% manusia-manusia pada gambar di atas pernah selingkuh. Jadi totalnya antara 0–4 orang.
Ketika sampel-nya Anda tambah, katakan jadi ratusan atau ribuan deh. Seperti contohnya pada gambar di bawah ini:
Saya tidak tahu itu kampanye akbar siapa, atau acara apa, tapi katakan saja stadion di atas kapasitas maksimumnya adalah 60.000 orang dan tribun pada gambar di atas kan sekitar 20%-an lah ya dari kapasitas maksimum stadion, maka di atas kita asumsikan saja ada 12.000 orang. Kalau ada 12.000 orang, maka margin error-nya jadi sekitar 0,77%, yang berarti sekitar 19,23% hingga 25,77% orang pada gambar di atas pernah berselingkuh setidaknya sekali, atau 2.300 hingga 3.092 orang.
Diaplikasikan ke penduduk global pun begitu. 8 miliar orang kan penduduk dunia, tinggal kita cari saja seperempatnya, yaitu 2 miliar orang pernah selingkuh setidaknya sekali dalam hubungannya.
Hayolo….
Poin saya adalah, tanpa membenarkan perselingkuhan, kejadian ini adalah kejadian yang lumrah. Untuk tiap 4–5 orang seperti Azizah dengan latar belakang yang seperti Azizah sekalipun, akan ada 1 yang memang berselingkuh dalam hubungannya. Padahal seleb-seleb kan ada banyak. Antara nggak ketahuan, atau sudah ketahuan tapi tidak diramaikan, atau bisa juga kan dimaafkan?
Maka dari itu, mengomentari selingkuhnya Azizah—again siapapun ini, dari Arhan, buat saya adalah sesuatu yang minim impact dan juga nggak sustainable untuk konsisten kita lakukan.
Kenapa? Karena akan selalu ada Azizah lain dalam hidup kita.
Ada 2 miliar orang lain di muka bumi yang juga selingkuh, sekian persen dari porsi 2 miliar itu kemungkinan lagi melakukan perselingkuhannya as we speak.
Lalu, berapa persen populasi dunia yang selebriti? Kalau secara statistik sih sekitar 0,001% hingga 0,002% populasi global adalah selebriti yang dikenal di setidaknya 2 negara. Asumsi saja untuk tiap 10 selebriti maka 1 akan dikenal di lebih dari 1 negara, maka populasi selebriti secara global kan sekitar 0,01% hingga 0,02%. It translates to 800.000 orang di seluruh dunia, yang mana dari 800.000 orang tersebut setidaknya 200.000 orangnya pernah selingkuh.
Bayangin kalau kita urus satu-satu?
Satu-satunya hal yang ada gunanya untuk dibahas adalah bagaimana fenomena peningkatan frekuensi selingkuh itu memang sudah meracuni tatanan masyarakat modern, ke titik dimana bahkan sudah mulai banyak orang berdamai dengan konsep open marriage sekalian ketimbang harus was-was diselingkuhi. Mungkin kalau kita membahas ini dan bagaimana cara kita memitigasi hal tersebut, saya rasa lebih ada faedahnya.
Tapi kalau kita mau kasihan atau mau mengglorifikasi korban, karena kayaknya Arhan yang dimaksud ini adalah pesepakbola yang dikenal kerja keras, attitude bagus, dan disiplin itu, yang kayaknya digambarkan sebagai bucin yang sudah bela-belain tapi masih diselingkuhi, harus saya kasih tahu juga kalau angka pelaku selingkuh itu punya relasi setidaknya one-on-one dengan angka korban selingkuh. Artinya kalau ada 200.000 orang lain seperti Azizah, maka ada juga 200.000 Arhan lain.
Oke lah, kita porsi-porsi lagi. Dari 200.000 kan nggak semua merintis dari bawah, nggak semua attitude bagus, dan sebagainya. In general berapa sih orang yang merintis dari bawah, kerja keras, attitude bagus, berprestasi, sayang istri? 1% dari tiap segmen populasi? Berarti kan masih ada 2.000 orang lain seperti Arhan, yang lagi-lagi kalau mau kita bahas satu-satu juga nggak selesai-selesai.
Lagipula, belum tentu juga Arhan tidak masuk populasi pelaku selingkuh itu sendiri. Bukan menuduh tapi Anda mana tahu? Statistiknya balik lagi 1 dari 4 hingga 1 dari 5 orang lho, yang artinya 20% hingga 25%, dan ini bukan angka yang main-main. Orang Sunda yang ada banyak aja cuma 15% dari populasi Indonesia, yang berarti masih lebih banyak populasi orang Indonesia yang selingkuh ketimbang populasi suku Sunda di Indonesia. Orang Jawa di Indonesia juga sekitar 42%, atau sekitar dua kali lipat dari populasi orang selingkuh. Artinya kalau kita sehari-hari saja punya kans besar untuk ketemu setidaknya 10 orang Jawa dari 20 orang yang kita temui dalam sehari, maka kita juga punya kans besar untuk ketemu setidaknya 5 orang selingkuh dari 20 orang yang kita temui. Yes, sebanyak itu angkanya.
So what? That's life.
Toh semuanya akan kita kembalikan lagi ke retorika tentang pengkhianatan cinta yang tidak ada habisnya. Maka saya bilang, orang selingkuh ya selingkuh saja, terus mau gimana?
Wer rastet, der rostet

Komentar
Posting Komentar